Mungkin karena itu, di balik suaranya yang keras terdapat keluwesan khas urang Sunda: bisa bercanda tanpa kehilangan wibawa, dekat dengan anak buah tanpa menghilangkan garis komando.
Sifat-sifat itu mewarnai perjalanan kariernya. Iwan bergerak dari satu medan pengabdian ke medan lainnya. Lingkungan Kopassus, lembaga pendidikan, brigade, Rindam, Korem, hingga Papua pernah dilaluinya.
Ia menjadi Danjen Kopassus pada 2022, kemudian Pangdam XII/Tanjungpura sejak April 2023, dan pada akhir 2024 dipercaya menjadi Danpussenif.
Sebagian besar perjalanan kariernya berada di jalur komando dan pembinaan prajurit. Di antara rangkaian penugasan itu, ada satu nama yang membuat hubungan saya dengan Iwan tidak pernah benar-benar terputus: Letjen TNI Doni Monardo.
Pada 2012, Iwan terlibat dalam Ekspedisi Khatulistiwa di Kalimantan di bawah komando Doni, yang ketika itu menjabat Wadanjen Kopassus.