Perhatian pasar sekarang beralih ke serangkaian keputusan bank sentral utama minggu ini. Bank Sentral Jepang (BOJ) menaikkan suku bunga kebijakan jangka pendeknya sebesar 25 basis poin menjadi 1,0 persen, level tertinggi dalam 31 tahun.
Bank Cadangan Australia mempertahankan suku bunga tidak berubah di 4,35 persen, setelah tiga kali kenaikan berturut-turut.
Para pedagang kini menunggu pengumuman kebijakan dari Federal Reserve AS (The Fed) dan Bank of England akhir pekan ini. Pasar akan mengamati dengan cermat komentar dari Ketua Fed Kevin Warsh untuk mendapatkan petunjuk tentang arah suku bunga AS di masa mendatang.
Dari sisi domestik, perang dagang kembali bergemuruh, setelah rencana Amerika Serikat (AS) untuk mengganjar tarif impor baru terhadap sejumlah produk Indonesia berpotensi menekan kinerja ekspor produk manufaktur nasional.
Tidak hanya mengurangi daya saing produk di pasar AS, kebijakan tersebut juga berisiko memengaruhi utilisasi pabrik, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut.