Mundurnya Perry Warjiyo dan Tiga Risiko yang Tidak Boleh Diremehkan

iNews
Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI. (Foto: Dok/IMG/Binti Mufarida)

Kondisi ini terjadi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga secara kumulatif 100 basis poin sejak Mei untuk menahan tekanan terhadap rupiah dan menarik kembali modal asing. 

Rupiah pernah menyentuh rekor terendah Rp18.190 per dolar Amerika Serikat pada 8 Juni 2026. Tekanan tersebut bukan semata-mata akibat faktor global, tetapi juga dipengaruhi kekhawatiran pasar mengenai kesehatan fiskal, konsistensi kebijakan pemerintah, dan independensi bank sentral. 

Dalam situasi seperti itu, pengunduran diri gubernur BI berpotensi menciptakan tambahan premi ketidakpastian. Investor tidak langsung menunggu penjelasan panjang mengenai alasan pribadi atau dinamika internal. 

Mereka akan lebih dahulu menilai apakah kebijakan moneter tetap konsisten, apakah intervensi valuta asing dilanjutkan, dan apakah pengganti Perry memiliki kewenangan serta independensi yang memadai.

Respons pertama pasar biasanya bersifat defensif. Investor dapat mengurangi kepemilikan aset rupiah, menahan pembelian surat utang negara, atau memindahkan sebagian dana ke aset dolar. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
4 jam lalu

Istana soal Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI: Ada Alasan Pribadi

4 jam lalu

DPR Masih Tunggu Usulan Prabowo soal Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo

6 jam lalu

Plt Gubernur BI Destry Damayanti bakal Bertemu Presiden Prabowo Hari Ini

6 jam lalu

IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Merah usai Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal