Mundurnya Perry Warjiyo dan Tiga Risiko yang Tidak Boleh Diremehkan

iNews
Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI. (Foto: Dok/IMG/Binti Mufarida)

Ini artinya, biaya pergantian gubernur BI yang tidak dikelola dengan baik dapat masuk langsung ke APBN. Pemerintah harus membayar bunga lebih besar ketika menerbitkan Surat Berharga Negara. 

Ruang fiskal yang seharusnya digunakan untuk pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, infrastruktur dasar, dan pelayanan publik justru terserap untuk pembayaran bunga.

Beban tersebut pada akhirnya tidak ditanggung oleh pejabat yang mengambil keputusan, tetapi oleh pembayar pajak dan masyarakat penerima layanan publik. 

Ketika biaya utang meningkat, pemerintah menghadapi pilihan yang sama-sama sulit: menaikkan penerimaan, memangkas belanja, menambah utang, atau mengurangi kualitas program. Pada titik inilah persoalan kepemimpinan bank sentral berubah menjadi persoalan distribusi beban publik.

Tekanan juga dapat masuk ke sektor perbankan. Pada Rapat Dewan Gubernur 21 sampai 22 Juli 2026, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate pada 5,75 persen, setelah sebelumnya melakukan pengetatan untuk mempertahankan stabilitas rupiah. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
4 jam lalu

Istana soal Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI: Ada Alasan Pribadi

4 jam lalu

DPR Masih Tunggu Usulan Prabowo soal Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo

6 jam lalu

Plt Gubernur BI Destry Damayanti bakal Bertemu Presiden Prabowo Hari Ini

6 jam lalu

IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Merah usai Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal