BI juga memilih memperluas insentif bagi aliran modal asing agar stabilisasi kurs tidak sepenuhnya bergantung pada kenaikan suku bunga.
Apabila rupiah kembali mengalami tekanan akibat ketidakpastian kepemimpinan, bank sentral dapat dipaksa memilih kebijakan yang lebih keras.
Kenaikan suku bunga lanjutan mungkin dibutuhkan untuk mempertahankan daya tarik aset rupiah. Akan tetapi, langkah tersebut akan menaikkan biaya dana perbankan dan memperlambat penurunan bunga kredit.
Konsekuensinya terasa pada cicilan rumah, kredit kendaraan, pembiayaan modal kerja, dan investasi perusahaan.
Usaha kecil yang sudah menghadapi lemahnya daya beli dapat menunda ekspansi atau mengurangi pekerja.