Perludem Kritik Ambang Batas Parlemen, Singgung Banyak Suara Terbuang 

Felldy Aslya Utama
Perludem menyoroti dampak negatif penerapan ambang batas parlemen yang dinilai memicu tingginya angka disproporsionalitas hasil pemilu. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Heroik menyinggung jika ambang batas parlemen seringkali dianggap sebagai instrumen utama untuk menyederhanakan jumlah partai di DPR. Namun faktanya, data historis menunjukkan hasil sebaliknya.

Pada Pemilu 2009, saat PT ditetapkan sebesar 2,5 persen jumlah partai yang berhasil masuk ke DPR hanya 9 partai. Ironisnya, ketika angka PT dinaikkan menjadi 3,5 persen pada Pemilu 2014, jumlah partai di DPR justru bertambah menjadi 10 partai.

"Artinya dalam hal ini parliamentary threshold tidak punya dampak signifikan juga terhadap upaya penyederhanaan partai politik," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
14 hari lalu

Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong DPR Percepat Revisi UU Pemilu demi Perkuat Demokrasi

Nasional
2 bulan lalu

Pengacara Bonatua Sebut Polemik Ijazah Jokowi Jadi Momentum untuk Perbaiki UU Pemilu

Nasional
2 bulan lalu

Gugat UU Pemilu terkait Autentikasi Ijazah Capres, Kubu Bonatua Bacakan 7 Poin Petitum

Nasional
3 bulan lalu

Bonatua Silalahi Gugat UU Pemilu ke MK, Minta Autentifikasi Ijazah Diwajibkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal