JAKARTA, iNews.id - Perwakilan koalisi besar serikat buruh Indonesia menemui pimpinan DPR untuk menyerahkan draf Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2026). Parlemen diminta serius membahas RUU tersebut lantaran ada prediksi di bulan Agustus akan ada kerusuhan besar.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan, pihaknya telah menyiapkan draf RUU Ketenagakerjaan selama sepekan ini. Sedianya ada 18 konfederasi buruh dan 157 federasi tingkat nasional yang membawa draf RUU itu ke DPR.
"Kami menyiapkan draf RUU Ketenagakerjaan selama satu minggu penuh untuk bisa berdiskusi dengan DPR," ujar Andi usai menyerahkan draf RUU Ketenagakerjaan kepada Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal.
Andi pun meminta parlemen untuk serius membahas RUU tersebut. Pasalnya, dia mengingatkan situasi saat ini rawan lantaran diprediksi ada kerusuhan besar.
"Kami juga mengingatkan kepada DPR, karena situasi ini sangat rawan. Seperti teman-teman tahu, Agustus diprediksi akan ada kerusuhan besar," ujar Andi.