PT DKI Terima Banding KPK, Perintahkan Sidang Gazalba Saleh Dilanjutkan

Giffar Rivana
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding KPK atas eksepsi Gazalba Saleh yang dikabulkan hakim. Sidang perkara pun diperintahkan untuk dilanjutkan. (Foto: Giffar Rivana)

JAKARTA, iNews.id - Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menerima banding Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK terkait kasus dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Hakim Agung nonaktif Gazalba Saleh. Majelis hakim memerintahkan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat melanjutkan sidang tersebut.

"Menerima permintaan banding perlawanan penuntut umum, membatalkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 43/Pid.Sus-TPK/2024/PN Jk1 Pst tanggal 27 Mei 2024 yang dimintakan banding perlawanan tersebut," kata Hakim Ketua Subachran Hardi Mulyono di ruang sidang PT DKI Jakarta, Senin (23/6/2024).

"Menolak keberatan atau eksepsi yang diajukan tim penasihat hukum terdakwa Gazalba Saleh," tambahnya.

Subachran meminta Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat melanjutkan sidang kasus Gazalba Saleh dan memutus perkara tersebut.

"Sebagaimana ditentukan dalam Pasal 143 ayat (2) huruf a dan huruf b KUHAP, dan surat dakwaan sah untuk dijadikan sebagai dasar memeriksa dan mengadili perkara tindak pidana korupsi atas nama Terdakwa Gazalba Saleh, memerintahkan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengadili perkara a quo untuk melanjutkan mengadili dan memutus perkara a quo," tutur Subachran.

Sidang verzet itu diputuskan setelah Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT DKI Jakarta bermusyawarah.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan banding setelah eksepsi atau nota keberatan Gazalba Saleh dalam kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dikabulkan.

“KPK menyepakati akan melakukan upaya hukum banding atau perlawanan,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2024).

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
7 jam lalu

Kabur saat OTT, Bos PT Bluray Akhirnya Menyerahkan Diri ke KPK

Nasional
8 jam lalu

Ketua dan Wakil PN Depok Kena OTT KPK, KY: Bukan Masalah Kesejahteraan, tapi Integritas

Nasional
11 jam lalu

KPK Ungkap Kronologi Suap Rp850 Juta untuk Urus Kasus Sengketa Lahan di PN Depok

Nasional
12 jam lalu

Ketua PN Depok Minta Rp1 Miliar untuk Urus Sengketa Lahan, Dibayar Rp850 Juta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal