Sampah Datang, Spanduk Bertindak: Ketika Doa dan Amarah Bersatu Demi Lingkungan

Yunaldi Libra
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jakarta, Yunaldi Libra. (Foto: Istimewa)

Pemerintah Harus Dengarkan Suara Warga 

Spanduk larangan buang sampah menjadi representasi dari jeritan hati masyarakat. Ia menjadi simbol komunikasi ekologis yang muncul dari partisipasi akar rumput. Bukan hanya ekspresi kemarahan, tetapi juga harapan akan lingkungan yang lebih bersih dan adil.

Pemerintah dan lembaga terkait seharusnya serius dalam menanggapi dan tidak memandang sebelah mata bentuk komunikasi ini. Pemerintah perlu menjadikannya inspirasi dalam membangun kampanye lingkungan yang lebih efektif, berakar pada nilai lokal, emosional, dan partisipatif.

Solusi terbaik dalam keberhasilan kampanye lingkungan adalah dengan mendengarkan suara  warga. Bukan karena mereka yang paling terdampak, tapi karena mereka juga pemilik solusi.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
16 hari lalu

Pemprov DKI Ubah Sistem Pengelolaan Sampah, Metode Open Dumping di Bantargebang Berakhir 2029

18 hari lalu

Pramono Kejar Penimbun Sampah Ilegal di Jakarta, Pembersihan Ditargetkan Rampung 2 Pekan

19 hari lalu

DPRD Kota Bandung: Dokumen Ganda Hambat Smart City dan Tingkatkan Timbulan Sampah

26 hari lalu

Pemprov DKI Terapkan Sistem Penimbunan Sampah Terkendali di TPST Bantargebang Mulai 1 Agustus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal