JAKARTA, iNews.id - Outstanding pinjaman online (pinjol) di Indonesia menembus Rp106,48 triliun pada September 2026. Di tengah pertumbuhan tersebut, tingkat kredit macet pinjol atau TWP90 meningkat menjadi 5,36 persen.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman, mengungkapkan outstanding pembiayaan melalui layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi (LPBBTI) tumbuh 17,02 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
"Pada Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI), outstanding pembiayaan pada September 2026 tumbuh 17,02 persen year on year dengan nominal Rp106,48 triliun," ujarnya dalam Konferensi Pers RDKB, dikutip Jumat (6/11/2026).
Namun, pertumbuhan pembiayaan tersebut diikuti peningkatan risiko gagal bayar. OJK mencatat tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) mencapai 5,36 persen pada September 2026.
Angka tersebut meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat sebesar 4,73 persen. Kenaikan ini menunjukkan risiko keterlambatan pembayaran pinjaman yang melewati 90 hari semakin besar.