JAKARTA, iNews.id - Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) dipilih melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) atau secara tidak langsung belakangan mencuat dan menuai sorotan tajam belakangan ini. Politisi muda Partai Perindo, Manik Marganamahendra menilai, skema tersebut justru berpotensi memperlebar jarak antara rakyat dengan kepala daerah.
Hal ini disampaikan Manik dalam diskusi Sekolah Kebijakan Kita bertajuk polemik Pilkada tidak langsung melalui DPRD, di Twin House, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026).
"Kemudian di tingkat provinsinya pun juga mungkin terputus karena akhirnya jadinya adalah subkordinat antara DPRD provinsi dengan Gubernur dan Wakil Gubernurnya, dan pertanyaannya adalah ke mana warga Jakarta harus mengadu?," ujar Manik.
Pria yang menjabat Wakil Ketua Umum IV DPP Partai Perindo ini menilai, Pilkada yang saat ini dipilih langsung oleh rakyat saja kerap kali belum mampu menjawab persoalan masyarakat di daerah. Apalagi ketika Kepala Daerah dipilih oleh DPRD.