Dia menyatakan siap mengikuti imbauan pemerintah, meski hal itu berdampak pada kehilangan pendapatan hingga ratusan juta rupiah.
"Kalau ngomong rugi sudah merugi sekali. Penumpang pun sudah bisa dihitung dengan jari. Ini dilema, tapi kami ikuti," tuturnya.
Bus yang dioperasikan perusahaan otobus (PO) miliknya juga sudah menghentikan operasional bus pada hari ini.
"Untuk sementara dari kita yang punya jurusan Denpasar-Malang setop operasi. Terakhir 5 Mei," katanya.
Meski ada larangan mudik, PO bus masih bisa mengangkut penumpang yang masuk dalam kategori pengecualian larangan mudik. Bus tersebut nantinya akan dilengkapi stiker khusus.