David menjelaskan, motif pembunuhan ini terjadi karena sakit hati. Berdasarkan pengakuan tersangka (otak pelaku), Sunarto, dia menaruh dendam terhadap korban, lantaran mengganggu rumah tangga ibunya.
"Tetapi, ini masih kami selidiki," katanya.
Diketahui, pada Jumat (3/1/2020) lalu, Hj Rowaini, ibu mertua Sekda Lamongan, Yuhronur, ditemukan tewas di musala rumah di Desa Sumber Wudi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tergeletak dengan luka bacok di bagian leher dan dada. Polisi menyimpulkan, korban tewas akibat dibunuh.
Atas kasus ini, polisi telah mengamankan tiga orang. Mereka antara lain Purnomo, warga Babatan, Kecamatan Gundih, Kota Surabaya, sebagai penadah handphone milik korban; Sunarto, warga Dusun Boyo, Karanggeneng, Lamongan sebagai otak pembunuhan; serta Imam Winarto, warga Tunjung Mekar, Kalitengah, Lamongan sebagai eksekutor.