Toko Kelontong dan Impian Besar Ali Pergi ke Tanah Suci

Ihya Ulumuddin
Ali Mashadi bersiap meninggalkan toko untuk menuju masjid dan mengajar ngaji. (Foto: iNews/Ihya Ulumuddin)

Memutar tilawah di radio hingga mengumandangkan azan istikamah dilakukan setiap hari. Itu sebabnya, dia harus berangkat ke masjid lebih awal setiap kali masuk waktu salat.

“Kebagian azan. Jadi enggak boleh telat,” katanya kepada iNews.id, Minggu (21/4/2024).

Sejak tak lagi merantau, hari-hari Ali dihabiskan di toko dan masjid. Di luar itu dia juga membantu mengajari anak-anak kampung mengaji. Tugas ini rutin dilakukannya di serambi masjid selepas salat ashar.

Aktivitas tersebut kata Ali tidak pernah dilakukan selama merantau di Palembang, Sumatera Selatan pada 2011 silam. Selama lim tahun di bumi Sriwijaya, mayoritas waktunya habis di jalanan, kampung dan pasar.

Jangankan mengajar mengaji, salat Jemaah di masjid saja jarang dilakukan. Kesempatan itu hilang karena pekerjaan.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
18 hari lalu

Gadis di Lamongan Diduga Diperkosa Ayah dan Kakak Kandung selama Bertahun-tahun

23 hari lalu

41 Pasangan di Lamongan Ikut Isbat Nikah, Tertua 74 Tahun

1 bulan lalu

Kecelakaan Tunggal di Lamongan, Pemotor Tewas Terjun ke Sungai di Tikungan

1 bulan lalu

Tragis! Petani di Lamongan Tewas Dipukul Tetangga gegara Dituduh Isu Santet

2 bulan lalu

Dongkrak Ekonomi Lewat KUR 2026, Binsar Dorong Hotel dan Restoran di Medan Pasarkan Produk UMKM

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal