Toko Kelontong dan Impian Besar Ali Pergi ke Tanah Suci

Ihya Ulumuddin
Ali Mashadi bersiap meninggalkan toko untuk menuju masjid dan mengajar ngaji. (Foto: iNews/Ihya Ulumuddin)

“Di sana (Palembang) saya jualan tempe keliling. Jadi pedagang asongan di kampung-kampung dan pasar. Gak sempat lagi ke masjid,” ucapnya.

Ali bercerita, merantau ke Palembang pada tahun 2011 silam merupakan keterpaksaan. Sebab, dua petak sawah warisan orang tuanya terjual karena utang sehingga tidak ada sumber pendapatan. Sementara insentif sebagai guru madrasah juga kecil. Tak bisa diandalkan untuk biaya hidup dan sekolah ketiga anaknya.

Namun, apa yang didapat Ali selama di perantauan jauh dari harapan. Alih-alih bisa menyekolahkan ketiga anaknya hingga perguruan tinggi. Uang tabungannya justru habis untuk berobat.

Sebab, selama di Palembang dia sakit-sakitan. Kondisi itu membuatnya menyerah hingga memutuskan pulang ke kampung halaman.

“Pikir saya kalau sampai terjadi apa-apa repot ngurusnya. Sebab, tidak ada kerabat di sana,” tuturnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kecelakaan Maut Mobil Granmax Tabrak Ertiga di Jombang, Sopir Tewas Terjepit

7 hari lalu

Motor Oleng di Tikungan, Pelajar di Lamongan Tewas Tabrakan dengan Truk

18 hari lalu

Kebakaran Hebat di Lamongan, Gudang Rongsok Beserta Isinya Hangus Dilalap Api

22 hari lalu

Motor Adu Banteng di Lamongan, 2 Pelajar Tewas

23 hari lalu

Perkuat Mesin Partai di Lamongan, Perindo Tetapkan Didik Yulianto Jadi Ketua DPD

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal