Toko Kelontong dan Impian Besar Ali Pergi ke Tanah Suci

Ihya Ulumuddin
Ali Mashadi bersiap meninggalkan toko untuk menuju masjid dan mengajar ngaji. (Foto: iNews/Ihya Ulumuddin)

Melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Babat, Ali meminjam modal lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp10 juta. Modal tersebut digunakan untuk membuat toko serta belanja berbagai komoditas pokok lainnya.

Memanfaatkan teras rumah, Ali membuat toko ukuran 3x4 menghadap ke jalan. Pelan tapi pasti, toko yang dirintis sejak 2018 itu terus berkembang. Dari semula hanya jualan sembako, toko yang diberi nama Barokah itu kini menyediakan semua aneka kebutuhan rumah tangga.

Meski berskala kecil (eceran), Ali merasakan betul keberadaan toko tersebut. Dalam sehari misalnya, Toko Barokah miliknya bisa meraup omzet hingga Rp1 juta.

Karena itu, Ali bersyukur dengan apa yang didapat hari ini. Usaha toko kelontong terus mengalirkan rezeki. Sementara kondisi batinnya juga makin tenang dengan mengurus masjid dan menjadi guru ngaji.

Kebahagiaan Ali juga membuncah karena bisa menyisihkan untung dari toko untuk daftar haji. Mimpi itu sudah lama dia bangun, sejak masih remaja dulu.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
18 hari lalu

Gadis di Lamongan Diduga Diperkosa Ayah dan Kakak Kandung selama Bertahun-tahun

23 hari lalu

41 Pasangan di Lamongan Ikut Isbat Nikah, Tertua 74 Tahun

1 bulan lalu

Kecelakaan Tunggal di Lamongan, Pemotor Tewas Terjun ke Sungai di Tikungan

1 bulan lalu

Tragis! Petani di Lamongan Tewas Dipukul Tetangga gegara Dituduh Isu Santet

1 bulan lalu

Dongkrak Ekonomi Lewat KUR 2026, Binsar Dorong Hotel dan Restoran di Medan Pasarkan Produk UMKM

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal