Memalukan, Puluhan Staf WHO Lecehkan Banyak Perempuan, Korban Hamil dan Dipaksa Aborsi

Ahmad Islamy Jamil
Logo WHO (ilustrasi). (Foto: Reuters)

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, telah berjanji untuk tidak menoleransi kasus pelecehan seksual itu. Laporan komisi independen itu membuatnya merasa ngeri. Dia pun meminta maaf kepada para korban.

“Apa yang terjadi pada Anda (para korban) seharusnya tidak pernah terjadi pada siapa pun. Itu tidak dapat dimaafkan,” kata  Ghebreyesus.

“Prioritas utama saya adalah memastikan bahwa para pelaku tidak dimaafkan tetapi dimintai pertanggungjawaban,” ucapnya.

Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti mengatakan, lembaganya merasa prihatin sekaligus ngeri atas temuan itu. Sementara, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga meminta maaf dan berterima kasih kepada para korban atas keberanian mereka untuk bersaksi.

Seorang gadis berusia 14 tahun bernama “Jolianne”, yang berstatus sebagai korban dalam laporan itu, mengatakan kepada komisi independen bahwa dia sedang menjual kartu isi ulang telepon seluler di pinggir jalan di Kota Mangina pada April 2019. Seorang pengemudi mobil pekerja WHO lantas menawarinya tumpangan pulang. 

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
2 hari lalu

Ayah di Probolinggo Perkosa Anak Kandung selama 6 Tahun sejak SD, Warga Murka

4 hari lalu

Bayi 8 Bulan Kritis hingga Meninggal di Labura, Diduga Korban Kekerasan Seksual

1 bulan lalu

Gadis di Lamongan Diduga Diperkosa Ayah dan Kakak Kandung selama Bertahun-tahun

2 bulan lalu

Kasus Pelecehan Seksual, Pengacara Santriwati Minta Oknum Kiai di Pati Dihukum Kebiri

2 bulan lalu

Oknum ASN di Cianjur Cabuli Remaja, Modus Janjikan Lolos jadi Pegawai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal