Terungkap, Ini Alasan Virus Corona Lebih Banyak Membunuh Pria ketimbang Wanita

Anton Suhartono
Pasien suspect virus korona. (Foto: iNews/Ichsan Anshari).

Laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China mengindikasikan kematian di kalangan laki-laki 65 persen lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Para pakar menjelaskan, selain kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman keras yang dapat merusak paru-paru, faktor hormon pada pria juga bisa memengaruhi. Hal ini terkait dengan respons hormon terjahadap kekebalan tubuh.

Merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol lebih sering dilakukan laki-laki ketimbang perempuan. Kebiasaan-kebiasaan itu dapat merusak paru-paru dan mengakibatkan peradangan saat melawan infeksi.

Selain gaya hidup seperti merokok dan minum alkohol, faktor lain adalah penyakit bawaan yang menyertai kematian akibat virus corona.

Institut penelitian yang mempelajari kesehatan antargender Global Health 50/50 menyebut, laki-laki cenderung mengidap penyakit terselubung, seperti hipertensi, gangguan jantung, dan paru-paru kronis.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Update Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah jadi 103 Orang, Terbanyak di Manggarai

1 bulan lalu

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah jadi 91 Orang, 1.286 Luka-Luka

2 bulan lalu

Update Gempa NTT, Korban Meninggal Bertambah jadi 83 Orang

2 bulan lalu

Update Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah jadi 75 Orang, 92.735 Jiwa Mengungsi

2 bulan lalu

Update Korban Meninggal Gempa NTT Tembus 71 Orang, Terbanyak di Manggarai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal