JAKARTA, iNews.id - Di wilayah bagian timur, ulat sagu sudah menjadi makanan sehari-hari. Bahkan, ulat sagu memiliki protein tinggi.
Ulat sagu menjadi pembicaraan publik belakangan ini gara-gara video seorang bocah SD membawa bekal ulat sagu ke sekolah. Videonya viral dan memicu obrolan hangat di media sosial.
Banyak orang bangga dengan si bocah, tak sedikit juga netizen bingung kenapa ulat sagu menjadi menu bekal sekolah. Bagaimana pun itu, ulat sagu adalah hewan yang bisa dimakan.
Ya, di Papua, ulat sagu menjadi makanan yang lumrah. Ulat sagu bisa diolah menjadi tumisan atau bahkan dimakan mentah begitu saja.
Terlepas dari itu, pertanyaan kenapa ulat sagu tinggi protein jadi teka-teki yang belum banyak diungkap. Menurut laporan ilmiah yang diterbitkan Universitas Muhammadiyah Semarang, dalam keadaan basah, ulat sagu mengandung air 67,35 persen, abu (2,45 persen), protein (11,47 persen), dan lemak (18,25 persen).