Imam Gazali selaku Quality Assurance Manager McDonald’s Indonesia menambahkan, secara keseluruhan, McDonald’s tetap akan memastikan seluruh produk yang didonasikan dalam keadaan aman dan layak dikonsumsi baik secara kualitas, rasa dan bentuk, serta diterima oleh pihak yang tepat.
Menurutnya, sejak 2020 hingga saat ini, McDonald’s Indonesia telah membagikan surplus produk sebanyak lebih dari 9,8 ton makanan dan telah mendistribusikannya kepada total 51 yayasan yang membutuhkan.
Kerja sama dengan FoodCycle merupakan wujud tanggung jawab McDonald's Indonesia terhadap lingkungan untuk meminimalisasi limbah makanan.
Menurut data yang didapat dari riset FoodCycle, sejak 2000 hingga 2019, sampah makanan di Indonesia mencapai 23 juta hingga 48 juta ton. Jumlah limbah makanan di Indonesia dalam satu tahun setara dengan makanan yang dapat dikonsumsi 28 juta orang. Oleh karena itu, McDonald’s berpartisipasi aktif dalam mengambil langkah bijak untuk mengolah makanan berlebih.
“Saat ini setiap harinya kami melakukan pengambilan surplus produk (Food Rescue) sebanyak dua kali sehari di store McDonald’s di wilayah Jakarta Utara dan Tangerang Selatan yang kemudian dikirimkan ke berbagai Yayasan yang tersebar di wilayah Jabodetabek," kata Cogito Ergo Sumadi Rasan selaku General Manager FoodCycle Indonesia.
Sebelum didistribusikan, lanjutnya, produk akan diperiksa kembali kualitasnya dan dikemas ulang. Dia juga memastikan kepada pihak penerima manfaat, baik dari Panti dan non-Panti yang disebut sebagai Front Line Organization (FLO), untuk segera mengonsumsi produk pada hari yang sama.