Anak Sulit Fokus Belajar? Bisa Jadi Asupan DHA Hariannya Belum Cukup
JAKARTA, iNews.id - Anak sulit berkonsentrasi saat belajar kerap dikaitkan dengan banyak hal, mulai dari kelelahan, kurang tidur, terlalu lama bermain gawai hingga suasana belajar yang kurang mendukung. Namun, ada satu hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan orang tua, yakni kecukupan nutrisi yang menunjang fungsi otak.
Memasuki usia 7 hingga 12 tahun, kebutuhan anak terhadap kemampuan berkonsentrasi dan menangkap informasi semakin besar. Mereka mulai menghadapi jadwal belajar yang lebih padat, berbagai tugas sekolah, hingga aktivitas nonakademis yang membutuhkan kemampuan berpikir dan mengingat.
Menurut laporan Champion yang diterima iNews.id, salah satu nutrisi yang berperan dalam perkembangan dan fungsi otak adalah Docosahexaenoic Acid (DHA). DHA merupakan salah satu jenis asam lemak omega-3 yang menjadi komponen penting dalam jaringan otak dan retina.
Kecukupan DHA menjadi bagian dari pemenuhan nutrisi anak yang perlu diperhatikan, terutama karena asupan zat gizi ini dari makanan sehari-hari belum tentu optimal.
Persoalan asupan DHA pada anak bukan sekadar kekhawatiran orang tua. Studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition pada 2016 menunjukkan sebanyak 8 dari 10 anak Indonesia berusia 4–12 tahun memiliki asupan EPA dan DHA di bawah standar minimum yang direkomendasikan FAO/WHO.