Asap Karhutla Ancam Kesehatan Masyarakat, Ini 6 Kelompok Rentan Terkena ISPA
6. Pekerja Luar Ruangan dan Warga di Wilayah Berpolusi
Pekerja luar ruangan serta warga yang tinggal di dekat jalan raya, kawasan industri, dan wilayah terdampak karhutla juga perlu meningkatkan kewaspadaan.
Paparan polusi udara dalam waktu lama dapat mengiritasi saluran pernapasan dan mengganggu mekanisme pertahanan paru-paru. Partikel halus dalam asap berpotensi memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada orang yang sudah memiliki penyakit paru sebelumnya.
“Terakhir, mereka yang setiap hari terpapar polusi udara dalam waktu lama, seperti pekerja di luar ruangan serta warga yang tinggal dekat jalan raya atau kawasan industri. Partikel halus dalam polusi ini merusak lapisan pelindung saluran napas dan melemahkan sel imun di paru-paru. Akibatnya, virus dan bakteri lebih mudah masuk dan menimbulkan infeksi,” tutur Prof Erlina.
Cara Mengurangi Risiko ISPA saat Karhutla
Di tengah paparan asap karhutla, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, menggunakan masker respirator yang sesuai ketika harus beraktivitas di lingkungan berasap, serta menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Jika memungkinkan, gunakan penyaring udara di dalam ruangan dan hindari sumber polusi, termasuk asap rokok.
Jika mengalami sesak napas, napas cepat, atau gejala yang semakin berat, segera cari pertolongan medis. Upaya pencegahan dan penanganan sejak dini penting untuk mengurangi risiko komplikasi ISPA.
Editor: Dani M Dahwilani