Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Tak Main-Main soal Karhutla, Korporasi Sengaja Bakar Hutan Ditindak Tegas!
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Anggap Sepele, Asap Karhutla PM2,5 Bisa Picu ISPA hingga Sesak Napas Akut

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:41:00 WIB
Jangan Anggap Sepele, Asap Karhutla PM2,5 Bisa Picu ISPA hingga Sesak Napas Akut
Masyarakat diminta tidak menganggap sepele paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengandung partikel halus PM2,5. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

Budi menjelaskan PM2,5 merupakan partikel dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer. Ukurannya yang sangat kecil membuat partikel tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.

Paparan PM2,5 dari asap karhutla dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Gejala yang dapat muncul antara lain iritasi mata, tenggorokan gatal, batuk, hingga sesak napas.

Kondisi tersebut juga perlu diwaspadai masyarakat yang memiliki penyakit paru kronis. Paparan asap karhutla dapat memperburuk kondisi penyakit dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak karhutla disarankan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta membatasi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kualitas udara sedang buruk.

Pemerintah turut mendorong masyarakat rutin memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi atau sumber informasi resmi. Informasi tersebut penting agar warga dapat menentukan keputusan yang tepat sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala gangguan pernapasan. Warga yang mulai mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, hingga iritasi mata berat disarankan segera mencari pertolongan medis ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Dengan meluasnya karhutla di sejumlah wilayah, kewaspadaan terhadap paparan asap perlu ditingkatkan. Penggunaan masker, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta memantau kualitas udara menjadi langkah penting untuk membantu melindungi kesehatan dari paparan PM2,5.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut