Napas Ngos-ngosan saat Naik Tangga, Dokter Peringatkan Perokok Tanda Kerusakan Paru-Paru
“Sementara itu, racun rokok terus menyusup sampai ke alveoli, kantung kecil tempat oksigen diserap tubuh. Dinding alveoli perlahan rusak dan kehilangan kelenturannya, sehingga tubuh makin sulit mendapat oksigen yang cukup, terutama saat beraktivitas,” ujar dia.
Jika paparan rokok terus berlangsung, kerusakan pada saluran napas dan alveoli dapat semakin parah. Peradangan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), kondisi yang membuat saluran napas menyempit secara permanen.
Prof. Erlina mengatakan sesak napas akibat PPOK berbeda dengan rasa lelah atau sesak setelah melakukan aktivitas fisik biasa. Gejalanya dapat terus memburuk seiring waktu.
“Kalau dibiarkan bertahun-tahun, saluran napas yang meradang akan menyempit secara permanen, kondisi yang disebut PPOK. Berbeda dari sesak biasa yang hilang setelah istirahat, sesak akibat PPOK terus memberat dan sulit pulih meski Anda berhenti merokok,” ujar Prof. Erlina.
Pada kondisi yang lebih parah, gangguan pada paru-paru juga dapat disertai komplikasi seperti efusi pleura atau penumpukan cairan di sekitar paru-paru. Kondisi tersebut dapat membuat paru-paru sulit mengembang secara optimal sehingga keluhan sesak semakin berat.
Karena itu, Prof. Erlina mengingatkan masyarakat, terutama perokok aktif yang mulai mengalami keluhan pada pernapasan, agar tidak mengabaikan gejala tersebut dan segera melakukan pemeriksaan.
“Jadi kalau sesak mulai terasa, periksakan diri ke spesialis paru sebelum semuanya terlambat,” ujarnya.
Editor: Dani M Dahwilani