Hukum Cat Rambut dalam Islam yang Sering Diperdebatkan, Haram atau Boleh?
Oleh sebab itu, ketika uban sudah bermunculan, umat Islam justru dianjurkan untuk mengecat rambutnya. Namun perlu dipastikan bahwa cat rambut yang digunakan tidak terbuat dari barang-barang najis atau haram. Selain itu, terdapat aturan untuk mengecat rambut sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Ketentuan tersebut merujuk pada warna yang digunakan dimana seorang muslim yang mengecat rambutnya tidak diizinkan menggunakan warna hitam. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW, “akan ada sekelompok kaum di akhir zaman, yang mereka menyemir rambutnya dengan warna hitam. Seperti bulu tembolok merpati. Mereka tidak mendapatkan bau surga. (HR. Abu Daud, No. 4214).
Dalam hadits lain riwayat Imam Muslim dari Jabir Bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “pada saat Fathu Makkah, datanglah Abu Quhafaah dalam keadaan (rambut) kepala dan jenggotnya putih seperti pohon tsaghamah (yang serba putih, baik bunga maupun buahnya). Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “ubahlah ini (rambut dan jenggot Abu Quhafah) dengan sesuatu, tetapi jauhilah warna hitam”. (HR. Imam Muslim, al-Nasa’i, dan Abu Daud).
Rasulullah SAW melarang menggunakan warna hitam saat mengecat rambut karena dapat membuat orang lain terkelabui. Orang lain akan mengira bahwa orang yang mengecat rambutnya menggunakan warna hitam tersebut jauh lebih muda dari umur sebenarnya. Maka meskipun hukum cat rambut dalam Islam diperbolehkan atau mubah, Anda tetap harus menghindari penggunaan warna hitam.
Editor: Komaruddin Bagja