Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Trump Perintahkan Militer AS Bersiap Serang Iran pada 13 Januari, tapi Dibatalkan
Advertisement . Scroll to see content

Curiga UFO Drone Mata-mata China, Dephan AS Bentuk Gugus Tugas Baru

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 16:30:00 WIB
Curiga UFO Drone Mata-mata China, Dephan AS Bentuk Gugus Tugas Baru
Departemen Pertahanan (Dephan) Amerika Serikat membentuk Satuan Tugas Penyelidik UFO guna mengindentifikasi benda asing tak dikenal tersebut. AS mengkhawatirkan UFO merupakan drone mata-mata China. (foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

"Ini termasuk pemeriksaan serangan yang pada awalnya dilaporkan sebagai UFO saat pengamat tidak dapat segera mengindentifikasi apa yang dia lihat," tambahnya.

Wakil Menteri Pertahanan AS, David Norquist telah menyetujui pembentukan gugus tugas baru terkait UFO pada 4 Agustus lalu.

Komite Intelijen Senat AS pada Juni lalu mengatakan ingin mengatur program UFO Pentagon, dengan mengonfirmasi keberadaan kelompok kerja informal yang diungkap oleh New York Times pada 2017.

Pada Desember 2017, Pentagon mengakui mendanai program rahasia bernilai ratusan juta dolar AS untuk menyelidiki penampakan UFO.

April lalu, Pentagon secara resmi merilis tiga video hitam putih yang diambil oleh pilot Angkatan Laut AS yang menunjukkan pertemuan dengan benda diduga UFO.

Salah satu video tersebut diketahui diambil pada November 2004, serta dua video lainnya pada Januari 2015.

Dalam salah satu tayangan video hitam-putih tersebut, sistem pengunci senjata jet tempur AL Amerika gagal mengunci objek lonjong yang bergerak sangat cepat. Dalam hitungan detik, benda tersebut berbelok tajam dan kemudian hilang dari pandangan.

Sedangkan dalam rekaman video lainnya, seorang pilot yang keheranan melihat benda aneh tersebut kemudian bertanya-tanya apakah itu drone.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut