Trump Sahkan Ruang Oval Jadi Monumen Nasional, Larang Presiden Berikutnya Rombak Struktur
Instruksi presiden tersebut diterbitkan beberapa bulan setelah Trump membongkar seluruh bagian Sayap Timur Gedung Putih, proyek yang sempat menghadapi gugatan hukum.
Proyek tersebut tidak mendapat persetujuan dari Kongres AS. Meski demikian, pembangunan tetap berlanjut dengan rencana untuk mengubah area tersebut menjadi ruang dansa atau ballroom.
"Kami menyukai Ruang Oval; ruangan ini merupakan simbol, seperti halnya Gedung Putih itu sendiri. Ini adalah simbol negara kita dan kehebatan negara kita," tuturnya.
Dia menambahkan, para pemimpin dunia yang berkunjung dalam beberapa bulan terakhir telah memuji perubahan dekorasi yang dia lakukan pada ruangan tersebut.
Trump mengatakan, Gedung Putih dan Ruang Oval memerlukan perbaikan, seraya menyebut kondisi sebelum dia menempatinya rusak parah. Trump menyebut ada kaca jendela yang pecah, dinding retak, serta batu yang rusak.
Belum jelas apakah tindakan ini dapat dibatalkan begitu saja oleh presiden berikutnya atau melalui gugatan hukum. Sebagian besar instruksi presiden bisa dibatalkan oleh pemimpin berikutnya, termasuk yang dilakukan Trump yang mencabut instruksi presiden era Joe.Biden.
Editor: Anton Suhartono