KPK Panggil Plt Ketua DPRD Muara Enim terkait Suap Proyek PUPR

Arie Dwi Satrio ยท Senin, 10 Agustus 2020 - 12:59 WIB
KPK Panggil Plt Ketua DPRD Muara Enim terkait Suap Proyek PUPR

Ilustrasi (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Liono Basuki. Politikus PDIP tersebut dipanggil untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Liono akan dimintai keterangannya dalam kasus dugaan suap terkait pengerjaan sejumlah proyek Dinas PUPR di Kabupaten Muara Enim. Dia diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Ramlan Suryadi (RS).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RS," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (10/8/2020).

Selain Liono Basuki, KPK juga memanggil dua anggota DPRD Kabupaten Muara Enim lainnya yakni, Thalib Yahya dan Dwi Indarti. Keduanya juga bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ramlan Suryadi.

Sebelumnya, KPK menetapkan dua tersangka terkait pengembangan perkara suap proyek di Dinas PUPR yang menyeret mantan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani. Kedua tersangka baru itu yakni, Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Aries HB (AHB) dan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Ramlan Suryadi (RS).

Dalam perkara ini, KPK telah lebih dulu menetapkan tiga tersangka terkait kasus dugaan suap sejumlah proyek di Dinas PUPR Muara Enim. Tiga tersangka itu yakni, mantan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani; Kabid Pembangunan Jalan di Dinas PUPR Muara Enim, Elfin Muhtar; dan pihak swasta, Robi Okta Fahlefi.

Ahmad Yani diduga menerima suap sekira Rp13,9 miliar dari Robi Fahlefi. Suap itu diduga berkaitan dengan 16 paket pekerjaan di Kabupaten Muara Enim yang dimenangkan oleh perusahaan Robi. Ahmad Yani meminta bantuan kepada Elfin Muhtar agar proyek PUPR diberikan ke Robi.

Aliran uang itu ternyata juga mengalir ke sejumlah pihak. Salah satu yang diduga menerima suap yakni, Aries HB dan Ramlan Suryadi. Aries diduga menerima Rp3,031 miliar dari Robi. Sementara Ramlan, didiga kecipratan Rp1,115 miliar dan satu unit telepon genggam merek Samsung Galaxy Note 10 dari Robi.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq