Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasto Jelaskan Tersangka Korupsi DJKA Donatur Rumah Aspirasi di Pilpres 2019
Advertisement . Scroll to see content

453.133 Personel TNI-Polri Dikerahkan Amankan Pemilu 2019

Jumat, 22 Maret 2019 - 11:17:00 WIB
453.133 Personel TNI-Polri Dikerahkan Amankan Pemilu 2019
Menko Polhukam Wiranto (tengah) usai memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapan TNI-Polri dan Komponen Bangsa, di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jumat (22/3/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, pemerintah akan menerjunkan 453.133 personel TNI dan Polri terkait pengamanan Pemilu 2019.

"Ada 453.133 personel pengamanan yang didukung dengan alutsista sesuai potensi kerawanan yang ada," katanya dalam sambutannya pada Apel Gelar Pasukan Kesiapan TNI-Polri dan Komponen Bangsa, di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jumat (22/3/2019).

Wiranto mengatakan, TNI dan Polri, merupakan institusi yang bertanggung jawab langsung terhadap pengamanan pemilu bila menemukan adanya kerawanan dan hambatan. TNI dan Polri juga dapat mengambil tindakan tegas sesuai dengan prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku.

"Tidak ada toleransi sekecil apa pun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya pemilu," mantan panglima ABRI ini.

Prajurit TNI maupun personel Polri, menurut Wiranto, harus mampu mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi. Tujuannya, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu dan berita bohong yang berpotensi menimbulkan keresahan.

"Segera kenali, cari, temukan dan atasi serta netralisasikan potensi kerawanan agar tidak berkembang dan mengganggu penyelenggaraan pemilu," tuturnya.

Menko Polhukam Wiranto (tengah) saat memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapan TNI-Polri dan Komponen Bangsa, di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jumat (22/3/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

Wiranto mengatakan, Pemilu 2019 merupakan pesta demokrasi yang akan menjadi tonggak sejarah Indonesia. Hal ini dikarenakan pesta demokrasi digelar secara bersamaan dengan lima jenis pemilihan dari presiden dan wakil, DPR RI, DPD, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota.

"Pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia internasional terkait apakah bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokratis dan berintegritas dalam rangka pemilihan pemimpin nasional," kata Wiranto.

Apel ini dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, serta jajaran dari Perlindungan Masyarakat, Organisasi Kemasyarakatan, dan Potensi Masyarakat. Kurang lebih ada 100 ribu personel gabungan yang mengikuti kegiatan ini.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut