Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Adik Suharyanto Jadi Tersangka KPK, Ini Respons BNPB
Advertisement . Scroll to see content

KPK: Adik Eks Kepala BNPB dan 4 Tersangka Lain Korupsi Dana Banjir Sumatra hingga Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:33:00 WIB
KPK: Adik Eks Kepala BNPB dan 4 Tersangka Lain Korupsi Dana Banjir Sumatra hingga Karhutla
Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein dan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers, Jumat (16/10/2026). (Foto: Yuwantoro Winduajie)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan korupsi dana siap pakai (DSP) untuk penanggulangan bencana di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana itu digunakan untuk menangani berbagai bencana mulai dari banjir di Sumatra hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Penyidik menduga terjadi penyimpangan dalam penggunaan dana, termasuk melalui pengadaan barang dan jasa dengan mekanisme penunjukan langsung.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, DSP digunakan untuk menangani berbagai situasi darurat, termasuk bencana alam dan kebakaran hutan.

“Adapun DSP tersebut digunakan untuk penanganan dan penanggulangan berbagai bencana, di antaranya kebakaran hutan dan lahan, karhutla di Kalimantan dan Papua, gempa besar di Nusa Tenggara Timur, hingga penanganan banjir di Aceh dan Sumatera,” ucap Achmad dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (16/10/2026).

KPK menahan lima tersangka terkait OTT di lingkungan BNPB, Rabu (14/10/2026). (Foto: Yuwantoro Winduajie)
KPK menahan lima tersangka terkait OTT di lingkungan BNPB, Rabu (14/10/2026). (Foto: Yuwantoro Winduajie)

Achmad menambahkan, BNPB telah menentukan sejumlah penyedia atau vendor dalam dokumen Rencana Kerja Kolaboratif (RKK) untuk pengadaan barang dan jasa melalui metode penunjukan langsung. Mekanisme tersebut disiapkan agar BNPB dapat bergerak cepat ketika terjadi bencana darurat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut