Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Anggap Sepele! 3 Gejala akibat Asap Karhutla Ini Bisa Jadi Tanda Bahaya
Advertisement . Scroll to see content

Update Karhutla RI: Jumlah Hotspot Turun Drastis Jadi 317 Titik Panas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:00:00 WIB
Update Karhutla RI: Jumlah Hotspot Turun Drastis Jadi 317 Titik Panas
Petugas menangani karhutla di tengah penurunan hotspot nasional menjadi 317 titik, sementara Sumatera Selatan mengalami peningkatan hingga Minggu (25/10/2026). (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BPBD, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya masih melakukan operasi penanganan karhutla di wilayah prioritas.

Pemerintah juga menyiagakan 49 unit armada udara. Sebanyak 32 unit digunakan untuk operasi pengeboman air (water bombing), sedangkan 17 unit lainnya mendukung patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Di Kalimantan Barat, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Ketapang pada Jumat (23/10/2026). Kementerian Kehutanan juga menyiapkan tambahan 104 personel untuk mempercepat penanganan di sejumlah titik prioritas.

Dampak karhutla di Ketapang turut menjadi perhatian karena mengancam habitat satwa liar. Pada Sabtu (24/10/2026), Raja Juli melepasliarkan dua orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Adil dan Gigih ke habitat alaminya di Kabupaten Ketapang.

Adil merupakan orangutan jantan berusia lebih dari delapan tahun, sedangkan Gigih berusia lebih dari 10 tahun. Keduanya sebelumnya dievakuasi dari area perkebunan kelapa sawit di Desa Laman Satong, Ketapang, pada Jumat (23/10/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut