Kabut Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Sekolah di Palangka Raya, Siswa dan Guru Terserang Ispa
Selain itu, apabila kondisi udara dinilai tidak sehat mulai pukul 09.00 WIB, siswa kelas I dan II dipulangkan lebih awal. Sementara jam belajar siswa kelas III hingga VI dikurangi agar waktu paparan terhadap kabut asap dapat diminimalkan.
Kepala SDN 1 Menteng, Deni, mengatakan kebijakan tersebut diterapkan untuk melindungi kesehatan guru dan peserta didik selama kabut asap masih terjadi.
"Kalau hari ini rata-rata setiap kelas itu ada 2-3 anak. Jadi dari 300 siswa, kurang lebih 5-10 persen izin tidak sehat," ujar Deni.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, hingga saat ini telah terjadi 138 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luas area terbakar mencapai 157,90 hektare yang tersebar di empat kecamatan.
Petugas gabungan terus melakukan pemadaman di sejumlah titik kebakaran untuk mencegah api meluas sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang kini mulai mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas pendidikan di Kota Palangka Raya.
Editor: Kurnia Illahi