Di Balik Bencana Abu Vulkanik, Ada Manfaat untuk Tanah hingga Ekosistem Laut
“Ini namanya blessing in disguise. Abu vulkanik itu bukan cuma debu yang kotor. Isinya silika, besi, magnesium, kalium, belerang; mineral yang justru ditunggu-tunggu oleh para petani buat dapetin pupuk alami secara gratis,” katanya.
Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti abu vulkanik selalu memberikan dampak positif sejak pertama kali jatuh ke permukaan. Pada kondisi awal, abu dapat bersifat asam dan mengganggu kualitas tanah maupun air di sekitar lokasi terdampak.
“Pas baru jatuh, abu ini awalnya asam, malah bikin tanah dan air jadi nggak layak. Tapi, begitu proses pelapukan jalan bertahun-tahun, mineral itu pelan-pelan lepas ke tanah dan jadi pupuk alami. Rusak parah dulu, subur kemudian,” ujar Bang Sap.
Proses pelapukan tersebut membuat mineral yang terkandung dalam material vulkanik secara perlahan tersedia bagi lingkungan. Karena itu, dampak positif terhadap kesuburan tanah lebih tepat dipahami sebagai proses jangka panjang, bukan manfaat yang langsung muncul setelah abu turun.
Abu Vulkanik Bisa Dukung Ekosistem Laut
Selain tanah, abu vulkanik juga dapat memberikan pengaruh terhadap ekosistem laut. Ketika material tersebut terbawa ke laut, sebagian unsur dari abu dapat terlarut dan menjadi sumber nutrisi bagi organisme tertentu, termasuk fitoplankton.