Sepekan Erupsi Gunung Anak Krakatau: Partikel Abu Vulkanik Masih Ada di Udara?
BMKG juga mengimbau masyarakat di area terdampak abu vulkanik untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker dan kacamata pelindung jika harus keluar rumah. Abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan.
Menariknya, kondisi atmosfer dan aktivitas gunung api harus dilihat sebagai dua hal berbeda.
Pada 10 September 2026, Badan Geologi masih mempertahankan Level III atau Siaga untuk Gunung Anak Krakatau. Dalam pengamatan CCTV pada pukul 05.55 WIB, tidak terlihat adanya erupsi pada saat pengamatan tersebut. Namun, status aktivitas tetap berlaku dan akan dievaluasi kembali jika terjadi perubahan signifikan.
Artinya, tidak terlihatnya letusan pada satu waktu tertentu tidak dapat langsung diartikan bahwa seluruh aktivitas vulkanik telah berakhir.
Begitu pula dengan udara. Tidak terlihatnya abu secara kasatmata bukan berarti udara pasti sudah bebas dari partikulat.