JAKARTA, iNews.id - Arus kas PT Indofarma Tbk tertekan di tengah temuan penyimpangan dana di anak usaha yang mencapai Rp470 miliar. Hal ini membuat perusahaan menyedot anggaran PT Bio Farma (Persero) dengan nilai yang fantastis beberapa waktu belakangan.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, jumlah uang yang disedot Indofarma cukup tinggi nilainya yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah dan dilakukan sejak beberapa berbulan lalu.
Adapun, cara Indofarma menggunakan dana induk usahanya itu untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan kepada karyawan. Pasalnya, unit bisnis Holding BUMN Farmasi ini sempat menunda pembayaran gaji karyawan.
Namun, suplai anggaran mulai dihentikan dan membuat pembayaran gaji karyawan Indofarma tersendat kembali. Arya enggan merinci upah di bulan apa saja yang belum dibayarkan perusahaan.
“Nah, maksud saya teman-teman (karyawan) berbulan-bulan sebelumnya pun sudah teriak, bukan baru sekarang ini, Indofarma berbulan-bulan sebelumnya pun sudah dibayar (gaji), tahun lalu sudah dibayar sama Bio Farma,” ucap Arya kepada wartawan, Selasa (21/5/2024).