Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebut negaranya butuh bantuan Rp100 triliun sebulan atasi dampak ekonomi karena perang
Anggie Ariesta

KYIV, iNews.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberi tahu para menteri keuangan duania, negaranya membutuhkan 7 miliar dolar AS atau setara Rp100,2 triliun setiap bulan untuk mengatasi kerugian ekonomi akibat perang

"Kita akan membutuhkan ratusan miliar dolar AS untuk membangun kembali semua ini nantinya," kata dia, dikutip dari BBC, Minggu (24/4/2022). 

Dia mengatakan itu dalam pidatonya di Konferensi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia lewat video dari Kyiv. Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan dibutuhkan dana sekitar 60 miliar dolar AS atau sekitar Rp859 triliun untuk memperbaiki kerusakan fisik di Ukraina akibat perang.

Zelensky menambahkan, komunitas global perlu segera mengeluarkan Rusia dari lembaga keuangan internasional, termasuk Bank Dunia, IMF, dan lainnya.

"(Semua negara) harus segera bersiap untuk memutuskan semua hubungan dengan Rusia," ujarnya.

Ditanya apakah IMF akan dapat mengamankan pendanaan segera yang dibutuhkan Ukraina, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan, akan memberikannya untuk bulan pertama dan kedua.

"Kami percaya bahwa seiring waktu jumlah ini akan turun karena ekonomi Ukraina di bagian negara yang tidak berada di bawah pendudukan meningkat, dan karena pengiriman uang dari mereka yang sekarang bekerja di tempat lain mulai mengalir," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan, Rusia harus membayar sebagian biaya pembangunan kembali Ukraina setelah perang. Itu terjadi ketika beberapa negara telah meminta aset Rusia yang disita untuk digunakan untuk mendanai rekonstruksi negara itu. Namun, Yellen memperingatkan, menggunakan cadangan bank sentral Rusia yang disita di AS untuk membangun kembali Ukraina akan menjadi langkah signifikan yang memerlukan diskusi dan kesepakatan dengan mitra internasional.

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan, output ekonomi negara itu bisa turun sebesar 50 persen, dengan kerugian langsung dan tidak langsung sejauh ini mencapai 560 miliar dolar AS. Angka itu lebih dari tiga kali produk domestik bruto (PDB) Ukraina, yang mencapai 155,5 miliar dolar AS pada 2020, menurut Bank Dunia.

"Jika kita tidak menghentikan perang ini bersama-sama, kerugian akan meningkat secara dramatis," kata Shmyhal. 

Dia menambahkan, Ukraina akan membutuhkan program rekonstruksi yang serupa dengan Rencana Marshall pasca-Perang Dunia Kedua yang membantu membangun kembali Eropa.

Presiden Bank Dunia David Malpass menuturkan, kerusakan bangunan dan infrastruktur Ukraina dari invasi Rusia telah mencapai sekitar 60 miliar dolar AS dan memperingatkan angka itu akan meningkat lebih lanjut seiring perang berlanjut. Malpass mengatakan, perkiraan awal biaya tersebut tidak termasuk dampak ekonomi di Ukraina.

Adapun AS pada Kamis (21/4/2022) memberlakukan sanksi lebih lanjut terhadap kapal-kapal Rusia, sementara Inggris menargetkan barang-barang mewah termasuk kaviar, perak, dan berlian dengan larangan impor dan tarif yang lebih tinggi.

Tetapi pemerintahan AS Joe Biden mendukung kehati-hatian Jerman terhadap Uni Eropa yang bertindak terlalu cepat dengan sanksi lebih lanjut terhadap energi Rusia, dengan mengatakan hal itu dapat merugikan Eropa daripada Rusia.


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT