Diblokir dari Sistem SWIFT, Rusia Diperkirakan Beralih ke Kripto

Jeanny Aipassa
Jerman dan sekutu Barat setuju untuk mengeluarkan Rusia dari sistem pembayaran global SWIFT. (Foto: Reuters)

Seiberg menjelaskan, karena sebagian besar perdagangan global masih dalam mata uang dolar, bisa jadi sulit bagi Rusia untuk menggunakan kripto untuk menghindari SWIFT.

Namun, jika Rusia tidak dapat menggunakan mata uang kripto untuk menghindari sanksi AS, dia meyakini hal itu dapat meningkatkan kelangsungan hidup kripto di mata regulator. Terkait dengan itu, Seirberg mendorong industri kripto untuk ikut menegakkan sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Rusia. 

“Membayar dalam bitcoin membutuhkan konversi ke dolar, yang menyediakan cara untuk melacak aktivitas. Jika sistem pertukaran kripto membantu menegakkan sanksi AS, itu akan menjadi keuntungan bagi kripto di mata regulator," ujar Seiberg. 

Analis juga menyerukan agar pemblokiran Rusia dari sistem SWIFT diberlakukan oleh Inggris, Uni Eropa, dan negara-negara sekutu barat di Asia.

Saat ini, lebih dari 11.000 lembaga keuangan di dunia tergabung dalam SWIFT. Pada 2021, rata-rata lembaga keuangan tersebut mengirimkan 42 juta pesan per hari.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Rusia Ancam Serang Kiev saat Peringatan Berakhirnya PD II, Minta Diplomat Asing Mengungsi

Internasional
7 jam lalu

Tegang! Iran Peringatkan Blokade AS Bahayakan Selat Hormuz

Internasional
8 jam lalu

Iran: Militer AS Tembak Kapal Sipil Iran di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas

Internasional
10 jam lalu

Ukraina Umumkan Gencatan Senjata Victory Day 5-6 Mei, Rusia Pilih Berbeda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal