Sehari sebelum kejadian, tersangka dan korban menginap di hotel untuk merayakan ulang tahun anak mereka. Keduanya melakukan check-in pada 19 September 2026. Saat itu, istri sah DBM disebut telah mengetahui hubungan dan pernikahan siri tersebut.
Roy menjelaskan, pada 19 September 2026, istri sah DBM meminta dijemput dari luar kota. Tersangka kemudian diduga beralasan bahwa mobilnya mengalami kerusakan kepada DH, sementara korban telah lebih dahulu dibawa ke hotel.
“Nah, saat tanggal 19 itu juga istri sahnya ini minta dijemput dari luar sehingga dibuatlah alasan oleh si tersangka ini mobil dalam keadaan rusak kepada korban. Namun, korban sudah berhasil dimasukkan ke hotel tanggal 19,” terangnya.
Pada saat yang sama, DH diduga merasa cemburu karena DBM meninggalkan dirinya dan anaknya di hotel untuk menjemput istri sahnya.
Menurut Roy, tersangka kembali menemui korban pada 20 September 2026. Pertemuan tersebut diduga berujung percekcokan hingga emosi keduanya memuncak. Dalam situasi itulah, tersangka diduga membunuh DH.
“Pada tanggal 20 dia datang. Si tersangka ini datang menemui korban. Nah, di situlah terjadi emosi yang meluap gitu. Ya percekcokan di situ timbul. Tanggal 20 itulah si korban ini dihabisi oleh atau dilakukan perbuatan dilakukan pembunuhan tersangka,” ujarnya.