Pembajakan Film Kian Merajalela, BPI Desak Platform Digital Turun Tangan

Mei Sada Sirait
BPI X AVISI. (Foto: Mei Sada Sirait)

Dia juga menyoroti penyebaran film bajakan melalui Telegram. Menurutnya, grup-grup yang membagikan film secara ilegal, bahkan judul yang masih tayang di bioskop, dapat ditemukan melalui fitur pencarian di platform tersebut.

Ironisnya, sebagian grup tersebut tidak sekadar membagikan film secara gratis. Ada pula grup yang meminta pengguna membayar untuk mendapatkan keanggotaan. Fauzan turut menyinggung fitur Telegram Premium yang memungkinkan pengguna memperoleh akses lebih cepat ketika menonton konten.

Kondisi ini memperlihatkan pembajakan digital telah berkembang menjadi aktivitas yang berpotensi menghasilkan keuntungan bagi pihak-pihak yang terlibat. Praktik tersebut pun semakin sulit ditangani karena jaringan pelakunya tidak selalu berada di dalam negeri.

"Ini kan kejahatan transnasionalisme. Ini enggak bisa diselesaikan di sini," katanya.

Karena itu, Fauzan menilai pemberantasan pembajakan membutuhkan kerja sama lintas negara. Dia menyebut persoalan tersebut juga menjadi perhatian dalam forum industri perfilman internasional Lumière Summit yang dihadirinya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
3 jam lalu

Jangan Asal Klik! Link Film Bajakan di Medsos Bisa Mengarah ke Situs Judol

7 bulan lalu

Komdigi Tindak 4,1 Juta Konten Negatif, AVISI Dorong Penguatan Perang Lawan Pembajakan Digital

10 bulan lalu

Avisi dan UPH Ungkap Ada 49,5 Juta Penonton Film Bajakan di Indonesia

3 hari lalu

Joko Anwar Masuk 50 Sutradara Horor Terbaik Sepanjang Masa Versi IndieWire

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal