Praktisi Kesehatan Lingkungan dan Epidemiolog Kesehatan Masyarakat, dr. Dicky Budiman, mengatakan kekeringan meteorologis perlu dipahami secara tepat agar masyarakat tidak panik, tetapi juga tidak menganggap remeh kondisi tersebut.
Menurut dia, kekeringan meteorologis pada dasarnya menunjukkan adanya defisit curah hujan dan tidak otomatis berarti Jakarta sudah mengalami krisis air akut.
"Jadi, penting dibedakan, ya, karena implikasi kesehatannya berbeda. Kekeringan meteorologis yang berlanjut, yang akan berkembang lebih dulu menjadi masalah kualitas udara dan ketersediaan air. Baru kemudian ke penyakit menular kalau itu berlangsung lama," ujar dr. Dicky saat dihubungi iNews.id, Jumat (4/9/2026).
Dia menjelaskan, secara epidemiologis kekeringan jarang menyebabkan penyakit secara langsung. Dampaknya lebih banyak terjadi melalui sejumlah jalur perantara atau causal pathway.
Berikut lima gangguan kesehatan yang patut diwaspadai jika kondisi kering berlangsung lebih lama. Simak beritanya hanya di artikel ini.