5 Penyakit Ini Diam-Diam Hantui Warga Jakarta Imbas Kekeringan September 2026

Muhammad Sukardi
Jakarta kekeringan bulan ini, tepatnya 1-10 September 2026. (Foto: Aldhi Chandra)

"Jadi, kekeringan tidak mengurangi risiko demam berdarah, justru berpotensi menaikkan. Karena perilaku adaptif masyarakat jadi kebiasaan menyimpan cadangan air dalam wadah terbuka saat krisis air," katanya.

Menurut dia, suhu yang lebih hangat juga dapat mempercepat perkembangan virus di dalam tubuh nyamuk sehingga berpotensi memengaruhi proses penularan penyakit yang ditularkan nyamuk.

"Ini yang sering luput dalam pemikiran masyarakat. Jadi banyak orang mengira musim kering sama dengan aman darinya, padahal justru pola penyimpanan air darurat yang salah itu yang akhirnya berisiko menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk," ujar dr. Dicky.

Karena itu, warga tetap perlu menguras dan membersihkan tempat penampungan air serta memastikan wadah penyimpanan tertutup rapat.

5. Dehidrasi hingga Heat Stroke

Dampak lainnya berkaitan dengan panas.

Kondisi kering dengan tutupan awan yang lebih minim dapat berkontribusi terhadap meningkatnya suhu udara. Dalam kondisi tersebut, masyarakat berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat panas, mulai dari dehidrasi, heat exhaustion, hingga heat stroke.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
1 hari lalu

Jakarta Terancam Kekurangan Air Imbas Kekeringan September 2026? Ini Faktanya!

1 hari lalu

Apa Itu Kekeringan Meteorologis yang Terjadi di DKI Jakarta hingga 10 September 2026? Cek di Sini!

1 hari lalu

Kekeringan Jakarta di Depan Mata! Warga Diimbau Hemat Air Mulai dari Sekarang

1 hari lalu

Gawat! DKI Jakarta Masuk Peringatan Dini Kekeringan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal