Dia menilai ada banyak faktor lain yang dapat memengaruhi perubahan angka kasus, seperti pertumbuhan penduduk, perbaikan pelaporan, surveilans, serta variasi musiman.
Ancaman berikutnya muncul ketika ketersediaan air bersih semakin terbatas. Menurut dr. Dicky, berkurangnya sumber air bersih dapat meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan melalui air, termasuk disentri dan dalam kondisi ekstrem kolera.
Ketika volume sumber air menyusut, kualitas air juga perlu mendapat perhatian. Kontaminasi mikroorganisme dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pencernaan apabila air yang digunakan tidak memenuhi standar kebersihan.
Karena itu, penghematan air perlu dilakukan bersamaan dengan menjaga kualitas air yang digunakan untuk minum, memasak, dan kebutuhan sehari-hari.
Keterbatasan air bersih juga dapat berdampak pada kebersihan diri dan lingkungan.