Penyakit ini juga tidak hanya muncul ketika musim hujan. Karena itu, kewaspadaan terhadap DBD perlu dilakukan sepanjang tahun, terutama dengan memperhatikan lingkungan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penular dengue.
Beban penyakit ini pun masih sangat besar.
Studi Burden of Disease yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada memperkirakan terdapat lebih dari 2 juta rawat inap akibat DBD di Indonesia pada 2024. Beban ekonomi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai hampir Rp9 triliun.
Angka tersebut tidak hanya menggambarkan biaya pengobatan. Di baliknya terdapat keluarga yang harus mendampingi anggota keluarga yang sakit, kehilangan waktu produktif, hingga menghadapi kekhawatiran ketika kondisi pasien memburuk.
Dokter sekaligus kreator konten dr. Gia Pratama Putra mengatakan salah satu persoalan yang membuat dengue berbahaya adalah gejala awalnya dapat menyerupai penyakit demam lainnya.
Pasien bisa datang dengan kondisi yang pada awalnya terlihat seperti demam biasa. Padahal, perkembangan penyakit dapat berubah dengan cepat sehingga keluarga perlu melakukan pemantauan secara cermat.