"Karena DBD sudah begitu lama dikenal oleh masyarakat, jangan sampai justru kita menganggapnya sebagai bagian yang biasa dari kehidupan kita sehari-hari," lanjutnya.
Menurut dr. Gia, pengalaman di fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan bahwa dengue bukan sekadar persoalan banyaknya pasien yang datang.
Kesiapan layanan dalam mengenali tanda bahaya, memantau perkembangan kondisi pasien, memberikan tata laksana yang tepat, hingga memastikan rujukan juga menjadi bagian penting dalam menekan risiko kematian.
"Di IGD kami bekerja menyelamatkan pasien ketika dengue sudah menjadi berat. Tetapi kemenangan terbesar sebenarnya terjadi jauh sebelum pasien sampai ke IGD. Untuk itu, pencegahan tetap menjadi perlindungan pertama," jelasnya.
Pencegahan dapat dilakukan masyarakat melalui berbagai langkah, salah satunya menjalankan 3M Plus secara konsisten. Masyarakat juga perlu mengurangi paparan gigitan nyamuk serta memperhatikan kondisi lingkungan di rumah maupun tempat beraktivitas.