58 Tahun Lawan DBD, Kenapa Penyakit Ini Tak Kunjung Hilang dari Indonesia?

Muhammad Sukardi
Ilustrasi anak diserang nyamuk DBD. (Foto: Ilustrasi AI)

"Karena DBD sudah begitu lama dikenal oleh masyarakat, jangan sampai justru kita menganggapnya sebagai bagian yang biasa dari kehidupan kita sehari-hari," lanjutnya.

Tantangan DBD Bukan Hanya soal Nyamuk

Menurut dr. Gia, pengalaman di fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan bahwa dengue bukan sekadar persoalan banyaknya pasien yang datang.

Kesiapan layanan dalam mengenali tanda bahaya, memantau perkembangan kondisi pasien, memberikan tata laksana yang tepat, hingga memastikan rujukan juga menjadi bagian penting dalam menekan risiko kematian.

"Di IGD kami bekerja menyelamatkan pasien ketika dengue sudah menjadi berat. Tetapi kemenangan terbesar sebenarnya terjadi jauh sebelum pasien sampai ke IGD. Untuk itu, pencegahan tetap menjadi perlindungan pertama," jelasnya.

Pencegahan dapat dilakukan masyarakat melalui berbagai langkah, salah satunya menjalankan 3M Plus secara konsisten. Masyarakat juga perlu mengurangi paparan gigitan nyamuk serta memperhatikan kondisi lingkungan di rumah maupun tempat beraktivitas.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 hari lalu

Waspada! Kekeringan Jakarta September 2026 Bisa Jadi Surga Nyamuk DBD

1 bulan lalu

Anak-Anak Rentan Kena DBD, Kemenkes Minta Sekolah Jadi Garda Terdepan!

1 bulan lalu

Warning! Kematian akibat DBD Paling Banyak pada Anak Usia 5-14 Tahun

1 bulan lalu

Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal