58 Tahun Lawan DBD, Kenapa Penyakit Ini Tak Kunjung Hilang dari Indonesia?

Muhammad Sukardi
Ilustrasi anak diserang nyamuk DBD. (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, iNews.id – Indonesia sudah hampir enam dekade menghadapi demam berdarah dengue (DBD). Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pengendalian nyamuk, perbaikan tata laksana pasien hingga pengembangan inovasi pencegahan. 

Namun, penyakit yang pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 1968 itu hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Pertanyaannya, mengapa setelah 58 tahun DBD masih belum juga hilang dari Indonesia?

Kasus DBD pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 1968 melalui kejadian luar biasa (KLB) di Jakarta dan Surabaya. Saat itu tercatat 58 kasus dengan 24 kematian. Tingkat kematian bahkan mencapai 41,3 persen.

Situasi tersebut kini telah berubah jauh. Kemajuan dalam diagnosis, tata laksana kasus, serta berbagai upaya pengendalian membuat tingkat kematian akibat dengue berhasil ditekan hingga di bawah 1 persen.

Namun, turunnya angka kematian bukan berarti persoalan DBD selesai.

Mengapa DBD Masih Sulit Diberantas?

Salah satu tantangan utama adalah dengue masih dapat ditemukan di berbagai wilayah dan menyerang siapa saja, tanpa memandang usia maupun gaya hidup.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 hari lalu

Waspada! Kekeringan Jakarta September 2026 Bisa Jadi Surga Nyamuk DBD

1 bulan lalu

Anak-Anak Rentan Kena DBD, Kemenkes Minta Sekolah Jadi Garda Terdepan!

1 bulan lalu

Warning! Kematian akibat DBD Paling Banyak pada Anak Usia 5-14 Tahun

1 bulan lalu

Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal