58 Tahun Lawan DBD, Kenapa Penyakit Ini Tak Kunjung Hilang dari Indonesia?

Muhammad Sukardi
Ilustrasi anak diserang nyamuk DBD. (Foto: Ilustrasi AI)

Country Head Malaysia & Indonesia Takeda Simon Gallagher mengatakan perjalanan menuju nol kematian akibat dengue juga perlu melibatkan keluarga.

"DBD tidak hanya berdampak pada pasien. Ketika satu orang sakit, seluruh keluarga ikut merasakan dampaknya, mulai dari kekhawatiran, waktu yang digunakan untuk merawat, hingga beban finansial," ujar Simon.

Menurutnya, keluarga perlu ditempatkan sebagai bagian penting dari upaya pencegahan dengue.

"Karena itu, perjalanan menuju nol kematian akibat dengue perlu menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari upaya pencegahan," lanjutnya.

Simon mengatakan kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar target 2030 dapat semakin dekat.

"Kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra pemerintah, tenaga kesehatan, asosiasi medis, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat edukasi serta akses terhadap pencegahan dengue yang komprehensif. Target 2030 dapat semakin dekat apabila setiap pihak mengambil peran dan bergerak bersama," katanya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 hari lalu

Waspada! Kekeringan Jakarta September 2026 Bisa Jadi Surga Nyamuk DBD

1 bulan lalu

Anak-Anak Rentan Kena DBD, Kemenkes Minta Sekolah Jadi Garda Terdepan!

1 bulan lalu

Warning! Kematian akibat DBD Paling Banyak pada Anak Usia 5-14 Tahun

1 bulan lalu

Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal