58 Tahun Lawan DBD, Kenapa Penyakit Ini Tak Kunjung Hilang dari Indonesia?

Muhammad Sukardi
Ilustrasi anak diserang nyamuk DBD. (Foto: Ilustrasi AI)

"Pada fase awal, DBD dapat sulit dibedakan dari penyakit demam lainnya. Yang membuat dengue berbahaya adalah ketika keluarga merasa demamnya sudah membaik, padahal justru pada fase tertentu kondisi pasien bisa memburuk cepat," ujar dr. Gia dalam laporan Takeda, Minggu (6/9/2026).

Dia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda bahaya yang muncul selama sakit.

Menurutnya, beberapa kondisi yang perlu diwaspadai antara lain nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, tubuh terasa sangat lemas, gelisah, hingga penurunan kesadaran.

"Karena itu, keluarga perlu memantau kondisi pasien dengan cermat dan segera mencari pertolongan medis apabila muncul tanda bahaya, seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, tubuh terasa sangat lemas, gelisah, atau penurunan kesadaran," kata dr. Gia.

Dia menekankan, penanganan yang cepat dan tepat menjadi bagian penting untuk mencegah kondisi pasien berkembang menjadi lebih berat.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 hari lalu

Waspada! Kekeringan Jakarta September 2026 Bisa Jadi Surga Nyamuk DBD

1 bulan lalu

Anak-Anak Rentan Kena DBD, Kemenkes Minta Sekolah Jadi Garda Terdepan!

1 bulan lalu

Warning! Kematian akibat DBD Paling Banyak pada Anak Usia 5-14 Tahun

1 bulan lalu

Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal