71 Ribu Perempuan di Indonesia Memilih Childfree, Apa Alasannya?

Syifa Fauziah
Ilustrasi childfree. (Foto: Freepik)

Selain itu, Crawford dan Solliday berpendapat bahwa orientasi homoseksual juga memengaruhi keputusan untuk hidup childfree.

Childfree sendiri merupakan istilah bagi individu atau pasangan yang memilih untuk tidak memiliki anak, baik secara biologis maupun melalui proses adopsi. Menjalani hidup secara childfree tidak ada kaitannya dengan kesehatan fertilitas seseorang, tetapi murni karena pilihan hidup.

Banyak masyarakat childfree yang beranggapan bahwa ada harga mahal yang harus dibayar serta banyak aspek sosial, ekonomi, bahkan psikologi yang harus dikorbankan dalam parenting.

Berdasarkan wilayahnya, persentase perempuan yang memilih childfree di perkotaan (8,5%) lebih tinggi dibanding pedesaan (7,8%). Selain itu, persentasenya juga tercatat lebih tinggi di Jawa (8,9%) dibanding luar Jawa (7,3%).

Kelompok masyarakat seperti apa yang umumnya memutuskan untuk childfree? Baca terus beritanya sampai selesai. 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
3 jam lalu

BPS-Kemensos Buka Metodologi DTSEN, Data Bansos bakal Terus Diperbarui

21 jam lalu

Bukan Salah Hitung! Ini Alasan Angka Kemiskinan RI versi BPS dan Bank Dunia Beda

3 hari lalu

Purbaya bakal Uji Ulang Akurasi Data usai Sang Anak Masuk Desil 7

3 hari lalu

Purbaya Bongkar Kejanggalan DTSEN: Anak Masuk Desil 7, Tukang Becak Desil 10

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal