Beda Diagnosis Usus Buntu RS Indonesia Vs Penang, Kok Bisa? Ini Kata Dokter

Muhammad Sukardi
Ilustrasi pasien di rumah sakit. (Foto: Ilustrasi AI)

Kemampuan dan Pengalaman Dokter Bisa Memengaruhi Hasil Pemeriksaan

Salah satu faktor yang menurut dr Dicky perlu diperhatikan adalah pemeriksaan menggunakan ultrasonografi atau USG.

Dia menjelaskan bahwa USG bersifat sangat bergantung pada operator. Artinya, hasil pemeriksaan dapat dipengaruhi oleh keahlian, pengalaman, keterampilan, hingga teknologi yang digunakan.

"Secara objektif USG itu bersifat sangat operator dependent, jadi studi menunjukkan apendiks gagal tervisualisasi pada 30-50 persen kasus. Artinya, variasinya sangat bergantung juga pada keahlian operator, termasuk teknologi, skill, dan pengalaman," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, hasil pemeriksaan USG dari satu fasilitas kesehatan dengan fasilitas lainnya tidak selalu identik.

Menurut dr Dicky, faktor pasien juga dapat memengaruhi proses pemeriksaan. Misalnya, kondisi tubuh pasien, gas di dalam usus, hingga posisi apendiks dapat membuat organ tersebut lebih sulit dinilai melalui USG.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
10 jam lalu

Geger! Fahira Almira Sebut Dokter Indonesia Tak Sarankan Tes Darah usai Didiagnosis Usus Buntu

11 jam lalu

Klarifikasi Fahira Almira soal Kasus Usus Buntu yang Kontroversial, Makin Blunder?

13 jam lalu

Panas! Fahira Almira Dapat Teguran Hukum Terbuka gegara Kasus Usus Buntu Viral

13 jam lalu

Pernyataan Lengkap Fahira Almira Didiagnosis Usus Buntu di 3 RS Indonesia, Hasil Malaysia Beda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal