"Ketika ada jeda waktu antara pemeriksaan di Indonesia dan di Penang cukup lama, hasil yang berbeda tidak otomatis berarti salah satu pihak keliru. Bisa jadi kondisinya memang berubah si pasien," ujarnya.
Dokter Dicky juga menjelaskan adanya kemungkinan diagnosis banding yang dapat menimbulkan gejala serupa dengan apendisitis.
Salah satunya adalah 'fecal impaction' atau penumpukan tinja. Kondisi tersebut dapat menimbulkan nyeri di bagian kanan bawah perut yang menyerupai gejala usus buntu.
"Selain itu ada diagnosis banding yang relevan di sini adalah fecal impaction atau penumpukan tinja. Kondisi ini bisa menimbulkan nyeri perut kanan bawah yang mirip apendisitis," jelasnya.
Namun, menurut dia, kemungkinan tersebut juga tidak serta-merta membuktikan bahwa tiga rumah sakit di Indonesia sebelumnya memberikan diagnosis yang salah.